MANUSIA YANG TAK TAHU TERIMA KASIH

Manusia sebagai mahluk yang tak tahu terima kasih dan bersyukur. Dalam Al-Qur'an surah al-israa' ayat 67, dijelaskan buruknya sifat manusia yang tidak mau berterimakasih dan bersyukur.

Mudah mengeluh, sukarnya berterima kasih (bersyukur) itulah manusia. Begitu mudah sekali melontarkan keluh kesah. Keluhan demi keluhan keluar dari bibir tanpa disadari.

Kita mengeluh atas perkara-perkara yang remeh. Kita mengeluh atas perkara-perkara yang tidak mendatangkan faedah manfaat.

Kita mengeluh dan asyik mengeluh. Kita mengeluh karena kepanasan, sedangkan angin disediakanNYA tanpa bayaran. Kita mengeluh karna banjir, tapi buang sampah semau hati. Kita mengeluh atas sekelumit kekurangan, sedangkan kelebihan sebanyak buih dilautan dibiarkan (lupa).

Allah Ta'alla berfirman

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya”

(QS. An-Nahl : 18).

Di saat kita tenggelam dalam keluhan diri sendiri, panca indera kita tidak lagi mampu memainkan peranannya untuk melihat, mendengar, merasai dan menghayati pemberian Allah Ta'alla yang tiada henti-hentinya.

Lantaran itu, begitu sukar sekali untuk menyebutkan kalimat Alhamdulillah sebagai tanda kesyukuran seorang hamba kepada khaliqnya. Itulah hakikatnya.

Memang manusia senantiasa lupa. Manusia mempunyai keinginan yang tiada batasan. Manusia tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Kecuali orang-orang yang bersyukur.

Izinkan saya menceritakan sebuah kisah tauladan. Pada zaman kepemimpinan Umar al-Khattab, ada seorang pemuda yang sering berdoa di sisi Baitullah:

“Ya Allah! Masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit”

Doa pemuda ini didengar oleh Sayyidina Umar ketika beliau (Umar) sedang melakukan tawaf di Kaabah. Umar merasa heran dengan permintaan pemuda tersebut. Selepas selesai melakukan tawaf, Sayyidina Umar memanggil pemuda tersebut lalu bertanya:

“Kenapa engkau berdoa sedemikian rupa (Ya Allah! masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit), apakah tiada permintaan lain yang engkau mohon kepada Allah?”

Pemuda tersebut menjawab:

“Ya Amirul Mukminin! Aku membaca doa tersebut karena aku (merasa) takut dengan penjelasan Allah seperti firman-Nya dalam surah al-A’raaf ayat 10, "Sesungguhnya Kami (Allah) telah menempatkan kamu sekelian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi jalan penghidupan. Tetapi amat sedikitlah kamu bersyukur.”

"Aku memohon agar Allah memasukkan aku dalam golongan yang sedikit itu, yaitu (lantaran) terlalu sedikit orang yang tahu bersyukur kepada Allah.” jelas pemuda tersebut.

Mendengar jawaban itu, Umar al-Khattab menepuk kepalanya sambil berkata kepada dirinya sendiri,

“Wahai Umar, alangkah jahilnya engkau, banyak orang lebih alim daripadamu”

Subhanallah...

Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan yang sedikit ini, Aamiin ya Rabb… Jadi, mari bersama kita membina tekad untuk memberantas keluhan dan meningkatkan kesyukuran karena Dia telah berjanji.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

(QS. Ibrahim: 7)

------------------------

DOA Mohon dijadikan hamba yang bersyukur

-

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

(QS. An-Naml : 19)

-
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.

Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

(QS. Al-Ahqaf : 15)

*
Semoga Bermanfaat, boleh di share (dibagikan) untuk semuanya.

Komentar

Sering Dibaca

BUKU ANAK INI ADALAH BUKU SYI'AH

TIGA KATA SULIT DAN TERLARANG DIUCAPKAN